Kamis, 22 November 2012

Drumer favorite(Gilang Ramadhan)


Dilahirkan di Bandung, Kamis 30 Mei 1963. Perjalanan hidupnya adalah perjalanan keliling dunia. Menye-nyam pendidikan musik, terutama di Amerika Serikat. Pada tahun 1978 hingga 1982 Gilang mengambil spesialis musik di SMA Hollywood School dan dilanjutkan spesialisasi perkusi di Los Angeles City College pada tahun 1981 - 1984.
Pemilihan jenis pendidikan tersebut merupakan keputusan yang ia ambil setelah perkenalannya dengan Slamet Abdul Syukur di Prancis pada waktu ia berusia 11 tahun. Adalah Slamet Abdul Syukur yang menanamkan kepadanya apa yang disebut sikap kesenimanan. juga di Prancis, tiba-tiba ia sadar memiliki bakat untuk menabuh drum. Suatu keahlian yang bisa ia lakukan secara alamiah. Akibatnya, iapun yakin bahwa hidupnya tidak bisa terlepas dari stick drum. Seperti halnya Donny Suhendra, Gilang Ramadhan juga memiliki pengalaman segudang dalam hal bermain secara kelompok. Pada tahun 1983, ia bergabung dengan LACC Big Band yang beraliran mainstream jazz. Dua tahun kemudian, bersama-sama dengan Indra Lesmana, Gilang bergabung dengan Nebula yang beraliran fusion, dan juga bersama GTF yang beraliran pop/fusion dan Exit yang juga beraliran pop/fusion. Gilang sempat bergabung dengan kelompok Karimata, yang juga masih beraliran pop/fusion. Disamping menjadi penabuh drum di Krakatau, Gilang juga tergabung dalam kelompok Andromeda (1987), bersama Alm. Jack Lesmana, Bubi Chen, Indra Lesmana dan Benny Likumahua yang bermain mainstream jazz, Kemudian Indra Lesaman trio yang beraliran progressive jazz, Indra Lesmana's Group yang merintis album new age. Bersama Indra Lesmana itulah Gilang ikut tampil dalam Singapore Jazz Festival (1987) dan Jakarta International Jazz Festival (Jak-Jazz) dari tahun 1988-1996. Dan terakhir bersama Indra Lesmana, Donny Suhedra dan Mathes membentuk sebuah group band beraliran pop rock dengan bendera Adegan, disamping berbagai penampilannya dalam pagelaran-pagelaran musik termuka Indonesia selama periode 1984-1988. Misalnya saja Gilang pernah bermain musik bersama Ikang Fauzi, Chandra Darusman, Sheila Madjid, Vina Panduwinata dan masih banyak lagi musisi tenar lainnya. Dalam perjalanan karirnya, Gilang turut memiliki andil dalam pendirian kelompok musik Java Jazz, serta menjadi salah satu personilnya bersama Indra Lesmana, Mates, Donny Suhendra dan M-bong Rahardjo, sampai dengan pertengahan tahun 1993. Yang terbaru dari kegiatannya saat ini diluar kelompok musi Adegan adalah mempergelarkan musik perkusi dengan lagu-lagu berbau musik Indonesia yang merupakan hasil karyanya sendiri, yang digelar bersama 4 musisi perkusi lainnya.
Sampai saat ini Gilang Ramadhan adalah Artist Endorser dari Pearl Drum & Zildjian Cymbal

double pedal



sebelum kita mempelajari bagaimana memplajari double pedal ada baiknya kita tau apa gunanya double pedal.double pedal berguna untuk menjaga stamina kita saat bermain drum dalam permainan beat yang cepat.sehingga kita perlu tahu bagaimana posisi kaki pada pedal drum.ada dua posisi kaki pada pedal drum yaiti heel up (tumit diangkat) dan heel down (tumit enggak diangkat) namun yang dipakai dalam double pedal adalah teknik heel up(tumit diangkat) pasditengah pedal agar setamina lebih terjaga dan dan permainan beat pun lebih cepat. namun kendala yang sering terjadi saat bermain double pedal adalah kaki kiri yang tidak mampu mengimbangi kelincahan kaki kanan ini bisa diatasi dengan memainkan musik dimana posisi drum dibalik agar kaki kiri terbiasa dan ikut lincah malah keberadan tangan kiri juga ikut terlatih bila teman-teman melakukan latihan seperti ini namun bila teman-teman memiliki twin pedal tidak usah repot-repot membalikkan posisi drum.setelah itu teman-teman bisa melatih dengan lahihan linier grove(pukulan yang jatuh secara bergantian)dengan bergantian agar nanti bisa melakukan banyak variasi double pedal.Perlu di ingat bahwa sanya suara yang di hasilkan dalam permainan dua kaki haruslah sama itu tandanya permainan doble pedal anda sudah sempoa eh salah sempurna maksutnya....hehhehhe yang terakir adalah tamen-teman mesti latihan yang tekun karna ketekunan membawa hasil kesempuraan dalam bermain musik.Untuk melihat note drum bisa baca-baca di Double Bass drum Basics
untuk memiliki ebook double bass drum bisa masuk kesini ebook Double bass Drumming dari pengembangan tehnik dan latihan kaki ada di ebook ini...ayoo!! buran selak kehabisan

Rabu, 21 November 2012

DRUMS.

Suka Nge-Drum? Tidak punya drum? atau kamu pengen maen drum tapi males ke studio musik? hmmmm... Tenang aja kamu bisa kok nyalurin hobi nge-drum kamu kapan aja dan dimana saja karena sekarang banyak software yang menawarkan kemudahan dalam menyalurkan hobi anda lewat Komputer atau Laptop anda.
Misalkan software buatan Danielle Franceschini ini, sangat mudah digunakan dan sound yang mantap, Yaitu Dany's Virtual Drum (version.2)





Atau kamu bisa juga nge-drum tanpa harus donlot ato membeli software nya, yaitu secara online alias gratis...!!!

Kamu bisa memilih drum set yang anda suka sesuai dengan karakter, sound dan drumset drummer idola kamu.


Apa sih Drum itu?

Drum sebenarnya bermacam-macam. Ada snare, tom-tom, bass, conga, tymbal, mondo, bedug, tabla… dll, mereka sebenarnya adalah drum, karena memainkannya dengan cara dipukul. Tetapi yang kita bahas adalah DRUMSET, yang bisa dibilang bentuk drum paling modern. Drumset itu sendiri sebenarnya terdiri atas 3 drum, yaitu Snare, tom-tom dan bass drum. Untuk tom-tom masih dapat dibagi dua lagi, yaitu: Mounted tom dan floor tom-tom (tergantung dari peletakan dan diameter saja). Dari ketiga unsur tersebut masih ada beberapa unsur penting lagi, yaitu cymbal, hardware (pedal, hihat stand, cymbal stand, snare stand, tom holder/tom stand) dan drumhead.
Tom-tom terdiri atas berbagai macam ukuran baik dalam kedalamannya dan diameternya. Ukuran suatu drum biasnya ditulis 12×10 yang maksudnya adalah kedalamannya 12 inchi dan diameternya 10 inchi. Diameter tom-tom bervariasi, biasanya tom-tom paling kecil berdiameter 6″, dan berlanjut ke 8″, 10″, 12″, 13″, 14″, 15″, 16″, 18″ dan 20″. Ukuran tom-tom 14″ keatas dapat digolongkan sebagai floor tom-tom, tetapi tergantung dari peletakannya juga. Tom-tom menggunakan 2 drumhead, atas dan bawah, kecuali pada tahun 70-an dimana tom-dan bass drum hanya menggunakan 1 drumhead saja, dan suaranya jelek sekali. Badan tom-tom atau yang biasa disebut dengan shell terbuat dari kayu. Untuk drum kelas pemula biasanya menggunakan kayu Mahogany dan untuk kelas professional biasanya menggunakan kayu Birch dan Maple. Kayu Birch dan Maple lebih mahal karena menghasilkan suara atau tone yang bulat dan jernih. Kayu pada tom-tom biasanya mempunyai ketebalan dari 4 sampai 10 mm. Semakin tipis kayu maka suara yang dihasilkan semakin kaya dan sensitive. Sedangkan semakin tebal kayu suara yang dihasilkan semakin keras, tetapi suaranya tidak terlalu kaya dan kurang sensitive.
Bass drum tidak terlalu berbeda dengan tom-tom, hanya bass drum mempunyai diameter yang lebih besar, 16″, 18″, 20″, 22″, 24″ dan bahkan 26″ atau lebih. Dan bass drum dipukul dengan menggunakan pedal dan ditaruh dibawah. Tetapi suara bass drum tidak seperti tom-tom yang bersuara “Dung…” tetapi cenderung bersuara “Dug…” (lebih mati suaranya). Kayu bass drum cenderung lebih tebal untuk menghasilkan suara yang lebih keras dan untuk ketahanan drum itu sendiri.
Snare drum adalah drum yang paling berbeda diantara lainnya (dari bentuk dan suaranya). Dan snare drum merupakan unsur utama dari drumset (yang paling sering dipukul). Drum ini biasanya berukuran 10″ sampai 15″, tetapi yang paling biasa digunakan adalah ukuran 14″. Yang membuat perbedaan pada snare drum yaitu pada bagian bawah drum tersebut. Di bawahnya menggunakan kawat-kawat yang berbentuk spiral atau yang sebenarnya dinamakan Snare Wire /Strainer. Benda itulah yang membuat perbedaan pada snare drum. Jika anda memukul head atasnya maka snare wire dibawah segera merespon, dengan cara ‘memukul’ kembali head bawah dan menghasilkan suara yang tajam. Maka dari itu, sebenarnya ‘nyawa’ dari snare drum terletak pada snare wirenya. Jika snare wirenya dilepas maka suara yang dihasilkan hampir sama dengan tom-tom.

Cymbal, lagi-lagi merupakan ‘nyawa’ bagi drumset, karena hampir tidak mungkin bermain drum tanpa cymbal (ibaratnya seperti makan nasi tanpa nasi, nggak makan donk…).
Cymbal terdiri atas 4 jenis mereka yaitu:


  1. Hihat cymbal:
    ‘Jantungnya’ cymbal dan drum. Berguna untuk menjaga waktu/tempo. terdiri atas sepasang cymbal. berukuran 8″ sampai 15″. Ukuran standart 14″
  2. Ride cymbal:
    Sama fungsinya dengan hihat tetapi dengan bentuk dan suara yang berbeda. Hanya terdiri dari satu cymbal tetapi berukuran besar 18″ sampai 22″. ukuran standar 20″
  3. Crash cymbal:
    Berguna untuk memberi phrase/nada pada suatu lagu. Berukuran 13″ sampai 22″ tergantung dari selera pemain.
  4. Efek cymbal:
    Efek cymbal terdiri atas Splash, bell, china dan swiss. Berguna untuk memberi ‘warna’ khusus pada suatu lagu. Splash dan bell biasanya berukuran 6″ sampai 12″ dan untuk china dan swiss biasanya berukuran 16″ sampai 22″.
Hardware terdiri atas berbagai macam bentuk dan fungsi:

  1. Pedal:
    Berguna untuk memukul bass drum, juga tersedia double pedal, yaitu pedal yang menggunakan 2 pedal dan 2 pemukul atau beater untuk mendapatkan suara yang lebih pada bass drum.
  2. Hihat stand:
    Untuk menempatkan hihat cymbal yang terdiri atas 2 buah cymbal sehingga anda dapat membuka dan menutup kedua cymbal itu dengan kaki kiri anda.
  3. Cymbal stand:
    Untuk menempatkan segala macam jenis cymbal kecuali hihat.
  4. Snare stand:
    Untuk menempatkan Snare drum dan anda dapat merubah posisinya sesuka anda.
  5. Tom holder/tom stand:
    Berguna untuk memasang tom-tom.
Drumhead mempunyai ukuran, type, fungsi dan ketebalan yang berbeda. Drumhead terdiri atas 3 bagian; Pertama Batter head, yaitu drumhead yang dirancang khusus untuk dipukul. Kedua, Resonant hanya ditaruh pada bagian bawah tom-tom dan bagian depan bass drum. Head ini tidak untuk dipukul, head ini berguna untuk memberi ‘hidup’ pada tom-tom dan bass drum. Dan terakhir adalah snare side, khusus hanya untuk ditaruh dibagian bawah snare untuk mendapatkan suara snare wirenya. Snare side merupakan head yang paling tipis. Ingat, tidak untuk dipukul.

Beberapa Teknik Dasar Gitar Elektrik

1. Teknik Hammering

Teknik hammering adalah suatu teknik membunyikan dua atau lebih nada dengan sekali petik pada senar yang sama. Kecepatan waktu yang berlipat ganda itulah yang menyebebkan teknik ini sangat diperlukan, terutama dalam permainan melodi. Ada dua jenis teknik hammer, yaitu :

Hammer-on . Merupakan teknik hammering dimana nada yang dibunyikan semakin tinggi
Pull-off. Adalah nama lain dari hammer-off, dimana nada yang dibunyikan sekali petik itu semakin rendah.

2. Teknik Sliding

Sama dengan teknik hammering,
teknik gitar sliding juga membunyikan lebih dari satu nada dengan sekali petik pada senar yang sama. Beda dengan hammering, sliding dilakukan dengan satu jari yang sama.

Single Sliding. Untuk teknik single sliding, yang paling umum dipakai adalah jari ke-2 (jari tengah) dan ke-3 (jari manis). jari ke-4 (kelingking) jarang dipakai kecuali untuk sliding chord.

Power Slide. Teknik slide ini sering dipakai untuk musik beraliran Rock ataupun Metal, caranya adalah anda perlu menyiapkan gitar elektrik dan efek distorsi. Tempatkan jari tengah anda di fret ke-12 senar 6. petik dan lakukan slide menuju fret 0. Bisa juga sebaliknya, dari fret ke-1 menuju fret ke-12 atau lebih.


3. Teknik Bending

Bending merupakan teknik dasar yang banyak dipakai pada musik Blues dan Rock. Teknik ini dilakukan dengan sekali petik pada satu fret dengan satu jari.


Single String Bending
. Sebuah teknik bending dengan menaikan nada dengan cara menekan senar ke atas.
Double String Bending. Double bending dilakukan dengan melakukan bending dua nada yang berbeda bersama-sama (sekali petik). Bending jenis ini paling umum menggunakan senar ke-2 den senar ke-3.
Vibrato. Sebuah teknik dengan menaikan-turunkan nada dengan cepat. Ada dua cara vibrato, yaitu vertikal dan horisontal.

4. Teknik Tapping.

Teknik tapping pada dasarnya merupakan teknik hammer-on dan pull-off. Bedanya, tangan kanan ikut membentuk nada, bukan memetik. Teknik ini menghasilkan nada dalam kecepatan yang cukup mengagumkan. Yang sering digunakan adalah :
  • Fret Tapping
  • Chord Tapping



5. Teknik Arpegio

Jika anda akrab dengan musik rock terutama rock berkarakter keras dan cepat, tentunya anda tidak heran dengan permainan solo yang begitu cepat. Hal ini dilakukan dengan teknik Arpegio.

Teknik ini sangat sederhana, dimana posisi jari tangan kiri membentuk chord sedangkan pola petik dari pick dengan downstroke di senar-senar yang bernada dari senar paling besar ke paling kecil. Tapi teknik ini sering juga dilanjutkan dengan upstroke dari senar terkecil ke yang besar. Posisi tangan kiri tetap sama, meskipun sering diakhiri dengan hammering atau bending.


6. Teknik Power Chord

Setiap chord yang kita mainkan di leher gitar pada dasarnya memiliki beberapa nada yang diulang. Misalnya chord E terdiri dari nada E-B-E-G#-B-E. Tetapi dengan Power Chord anda hanya membunyikan 2 atau 3 nada utama. yang sering dipakai adalah nada ke-5(sol), sehingga suata yang dihasilkan tetap sama untuk mayor maupun minor. Itu sebabnya Power Chord juga dikenal sebagai chord ke-5 atau E5.


7. Teknik Muting

Teknik muting ini diperoleh dengan menyentuh senar dengan sisi luar telapak tangan kanan. Untuk menghasilkan efek yang baik dan tetap memperdengarkan nada ataupun chord yang dibentuk tangan kiri, maka posisi sentuh terletak pada senar paling belakang atau paling dekat dengan tremolo. Jika posisinya tepat, maka jikapun telapak anda tekan, maka suara masih tetap terdengar baik. Jika posisinya tidak tepat, maka tidak akan terdengar nada atau chordnya.


Untuk mengecek ketepatan posisi, coba anda tekan salah satu nada ataupun chord dengan tangan kiri. Lakukan posisi muting. Petik senar, geser-geser posisi telapak tangan kanan anda, dan cari nada yang paling jelas. Jika ketemu disitulah posisi anda seharusnya.

8. Pick Scrape

Pick Scrape merupakan pemakaian teknik slide dengan pick. Caranya dengan menggeser pick anda dari dekat tremolo pada senar ke-6 menuju ke arah leher gitar. Pakailah unit prosesor distorsi agar efek suaranya lebih terasa.


9. Teknik Harmonik

Saat saya membaca-baca buku tentang gitar, sebenarnya suara terdiri dari nada-nada harmonik. Ketika kita memetik senar, suara yang kita dengar adalah suara dasar yang sering dikenal dengan suara fundamental. Sedangkan suara lain adalah harmonik yang frekuensinya adalah diatas 1 oktav dari fundamental.


Open String Harmonic. Dengan caa ini kita akan memperoleh 5 nada harmonic.

Fretted String Harmonic. Kita dapat mendengar suara semua harmoni yang kita inginkan dengan teknik fretted string harmonic. Caranya, jari tangan kiri menekan suatu nada yang diinginkan, sementara jari yang menyentuh senar adalah jari tangan kiri. Peran pemetik tetap pada jari tangan kanan. Posisi sentuh jarak fret sama dengan open string harmonic.
Pinching Harmonic. Pinching harmonic pada dasarnya sama dengan fretted string harmonic, hanya saja fungsi sentuh bukan jari tangan kanan melainkan ujung luar jempol tangan kanan. Posisi sentuhnya bukan diatas fingerboard, melaiknak di atas bodi gitar (meskipun bisa saja melakukan hal itu). Inin artinya, fret di atas 24. Anda dapat mencobanya untuk mencari harmoni yang tepat.

10. Teknik Whammy Bar

Whammy bar sering disebut juga handle. Penggunaan alat ini dapat menghasilkan suara yang sangan berbeda, seperti suara menggeram atau derum motor, suara lengkingan dan lainya. Suara derum dapat anda peroleh dengan menekan salah satu fret terendah misalnya fret ke-3 senar 6, petik lalu tekan makin ke bawah handle-nya sehingga suara yang terdengar semakin rendah. Jangan lupa pakai distrosi-nya. Suara lainya dapat anda peroleh dengan melakukan eksperimen pola tekanan pada handle.
 
 
11. Alternate Picking :

Teknik memetik senar/string/dawai menggunakan pick (pemetik) dengan gerakan kebawah dan keatas atau sebaliknya secara konstan dan bergantian.

Beberapa Teknik Dalam Gitar Bass

Ada beberapa macam teknik dalam bermain bass:

1. Alternate Picking
Teknik ini yang paling sering digunakan oleh para bassist, karena alternate picking sebenarnya adalah teknik dasar dalam bermain bass. Caranya: memetik bass dengan menggunakan dua jari secara bergantian, umumnya sih pake jari telunjuk dan jari tengah.

2. Up Down Thumb
Dalam teknik ini kita gunakan jempol kita sebagai pick, sedang keempat jari2 yang lain kita pake buat memetik, mirip kayak bermain gitar lah… Jadi kalo biasanya kita menggunakan telunjuk dan jari tengah buat metik bass (alternate picking) maka dalam teknik ini kita ganti dengan jempol.

3. Slapping
Teknik menampar pada bass. Jadi memainkan bass dengan cara memukul bass dengan jempol atau telapak tangan, dan bunyi yang dihasilkan jadi kayak perkusi gitu.

4. Popping
Teknik menarik senar dengan jari lalu dilepas lagi hingga beradu dengan fret, jadi suaranya nyaring kayak dua benda yang diadu. Biasanya kita bisa gabungin teknik slapping dan popping, ntar kombinasi suaranya jadi unik. Ada juga teknik popping dengan menarik dua senar sekaligus yang disebut double pluck.

5. Tapping
Teknik ini biasa digunakan pada gitar, tapi ngebasspun bisa pake teknik ini. Caranya: tekan senar dengan ujung jari ke fret bass lalu geser sedikit jari kayak lagi mencolek.

6. Neck Bending
Kalo dalam gitar kita mengenal teknik bending yaitu mengangkat senar dengan ujung jari, tapi kali ini kita lakukuin itu pada bass. Caranya: pada saat kita memetik, tekan senar yang ada pada headstock (pada ujung bass yang biasanya tempat kita menyetem), ntar bunyi yang dihasilkan seperti mendengung.


Dalam memainkan teknik2 diatas kita butuh orang yang mengerti buat memandunya agar bisa dilakukan dengan baik. Sering berlatih dan berguru pada ahlinya akan membantu menyempurnakan permainan kita. Karena jika salah dalam menerapkan tekniknya maka suara yang dihasilkan akan beda.
Perhatikan juga posisi tangan, gunakan power pada pergelangan tangan, jangan pada lengan. Ingat, sering2lah melakukan senam jari buat pelemasan dan fingering agar gak terjadi cedera pada jari.

Teknik Dasar Untuk Belajar Piano/Keyboard (Fingering)

Piano/Keyboard (Fingering)

Bagaimanakah teknik dalam penempatan dan senam jari yang benar?
Berikut teknik dasar untuk belajar main piano/keyboard yaitu fingering. Latihan fingering ini ditujukan agar posisi jari dan tangan kita saat bermain piano/keyboard ada dalam posisi yang benar. Juga untuk bentuk jari-jari kita saat bermain di atas tuts piano atau keyboard ada dalam posisi sempurna.


Gambar diatas adalah tuts piano/keyboard yang terdiri dari tuts harmonis, tuts kromatis dan interval.
Tuts C=1, D=2, E=3, F=4, G=5, A=6, B=7. Setelah kita mengetahui tuts dan  interval mari kita lihat tentang penggunaan jari pada saat memainkan tuts piano.

Gambar diatas adalah penggunaaan jari pada saat memainkan tuts piano/keyboard.

Penjarian tangan kanan:


Keterangan:
Tuts C = menggunakan jari 1 (ibu jari)
Tuts D = menggunakan jari 2 (jari telunjuk)
Tuts E = menggunakan jari 3 (jari tengah)
Tuts F = menggunakan jari 1 (ibu jari)
Tuts G = menggunakan jari 2 (jari telunjuk)
Tuts A = menggunakan jari 3 (jari tengah)
Tuts B = menggunakan jari 4 (jari manis)
Tuts C = menggunakan jari 5 (jari kelingking)


Penjarian tangan kiri :

 
Keterangan :
Tuts C = menggunakan jari 5 (jari kelingking)
Tuts D = menggunakan jari 4 (jari manis)
Tuts E = menggunakan jari 3 (jari tengah)
Tuts F = menggunakan jari 2 (jari telunjuk)
Tuts G = menggunakan jari 1 (ibu jari)
Tuts A = menggunakan jari 3 (jari tengah)
Tuts B = menggunakan jari 2 (jari tengah)
Tuts C = menggunakan jari 5 (ibu jari)

 
Setelah jari kanan kita sudah terasa nyaman dan sudah bisa main sedikit cepat, selanjutnya bagaimana dengan tangan kiri kita? Sebenarnya teknik tangan kiri sama kaya teknik tangan kanan, bedanya kalau tangan kanan mulai dari ibu jari sedangkan tangan kiri mulai dengan jari kelingking di tuts C. Sekarang kita mecoba dengan perlahan menggunakan kedua tangan secara bersamaan, butuh konsentrasi yang tinggi agar bisa lancar memainkannya

7 gadget yang akan punah

  1. Telepon rumah. Seperempat rumah di Amerika Serikat sudah memutus telepon rumah dan 50 persen orang yang berumur 25-29 sudah memiliki ponsel.
  2. Pager. Ternyata pager masih ada dan orang-orang dalam bidang medislah yang paling banyak memakai. Akan tetapi, permintaan akan barang penerima pesan singkat ini semakin menipis. Tinggal tunggu waktu saja sebelum punah.
  3. Pemutar DVD. Karena harga film berdefinisi tinggi terus turun, keping DVD semakin ditinggalkan. Lagipula, keping film HD, seperti Blu-ray, tidak bisa diputar di pemutar DVD.
  4. Proyektor Film. Di Amerika Serikat, sudah 16 ribu layar film digital, lebih dari 5.000 bisa dipakai nonton film 3 dimensi. Proyektor digital bisa menampilkan gambar lebih bersih dan lebih tajam ketimbang proyektor film (atau sebut juga proyektor analog). Lagipula, banyak studio sudah menggunakan format digital untuk memangkas ongkos produksi film dan ongkos kirim gulungan film yang ukurannya besar ke bioskop-bioskop.
  5. Mouse Komputer. Dengan jari, orang bisa memperbesar atau memperkecil gambar, orang bisa menyentuh tombol untuk menerbitkan tulisan di blog, dan kebisaan-kebisaan lain.
  6. Charger Ponsel. Sudah ada tuh charger tanpa kabel. Cukup colok charger itu ke listrik, letakkan perangkat di atasnya, baterai terisi.
  7. Kartu Kredit. Menurut First Data, sebuah perusahaan pembayaran, semua isi dompet dapat dimasukkan ke dalam ponsel yang memiliki RFID (radio-frequency identification). Jadi, orang membayar cukup dengan mendekatkan ponsel ke dalam sebuah mesin pembayaran.